Kamis, 18 April 2013

siswa dan ujian

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, semua siswa dalam keadaan apapun, harus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional (UN).

"Pada intinya anak-anak sekolah tidak boleh terputus tahap pendidikannya. Apapun kondisi anak itu, baik siswa yang terlibat aksi kriminal maupun siswi yang hamil di luar nikah berhak diberi kesempatan untuk ikut UN," kata Nuh pada saat melakukan inspeksi pelaksanaan UN di SMA Negeri 3 di Jakarta, Senin (15/4/2013).

Menurut dia, tidak boleh ada pembedaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain, khususnya dalam perihal hak untuk mengikuti ujian nasional.

"Tidak boleh ada pembedaan. Kalau siswa yang terlibat aksi kriminal dan ditahan di penjara saja masih boleh mengikuti UN, maka siswi yang hamil pun harusnya boleh ikut UN," ujar M Nuh.

Oleh karena itu, Nuh menimbau dinas-dinas pendidikan di tiap kabupaten/kota untuk memastikan sekolah-sekolah tetap memberi kesempatan kepada seluruh siswa/siswi untuk bisa mengikuti ujian nasional apapun keadaannya.

"Bagi para siswa yang menghadapi ujian nasional, ini adalah bagian dari perjalanan hidup mereka. Jadi, kita harus persiapkan setiap anak yang sedang meniti anak tangga menuju perguruan tinggi," tuturnya.

Nuh menyampaikan, beberapa pihak sudah pernah mengusulkan, untuk anak-anak yang sedang 'bermasalah' dapat diberi kesempatan mengikuti ujian nasional susulan maupun paket C.

"Jadi, apapun masalahnya, semua siswa harus mendapat kesempatan untuk ikut ujian nasional, paling tidak paket C," ucap dia.

Selain itu, M Nuh juga mengimbau para pemerintah daerah untuk turut aktif mengayomi dinas pendidikan di daerah masing-masing dalam melaksanakan tugas terkait pelaksanaan UN.

Sebelumnya, M Nuh melakukan inspeksi ke beberapa sekolah menengah atas di DKI Jakarta, seperti SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 26, untuk memeriksa persiapan pelaksanaan ujian nasional hari pertama.

Dia mengimbau para guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk tiba di sekolah jauh sebelum para murid tiba di sekolah untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan UN selama 4 hari.

"Agar murid-murid dapat memulai ujian mereka tepat pada pukul 7.30 (WIB)," ujarnya.

Dalam inspeksi itu, M Nuh sempat memeriksa keamanan soal dengan mengecek keadaan penyimpanan soal di sekolah tersebut.

"Mudah-mudah pelaksanaan ujian nasional 2013 untuk seluruh SMA di Jakarta ini dapat berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan UN," kata Nuh.

Walaupun pelaksanaan UN untuk tingkat SMA atau sederajat di 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah diundur, kata Nuh, pelaksanaan UN di 22 provinsi lainnya, termasuk di provinsi DKI Jakarta akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Yakni hari pertama pelaskanaan UN pada Senin, 15 April.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar