Liputan6.com, Jakarta : Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, semua siswa dalam
keadaan apapun, harus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian
nasional (UN).
"Pada intinya anak-anak sekolah tidak boleh
terputus tahap pendidikannya. Apapun kondisi anak itu, baik siswa yang
terlibat aksi kriminal maupun siswi yang hamil di luar nikah berhak
diberi kesempatan untuk ikut UN," kata Nuh pada saat melakukan inspeksi
pelaksanaan UN di SMA Negeri 3 di Jakarta, Senin (15/4/2013).
Menurut
dia, tidak boleh ada pembedaan antara siswa yang satu dengan siswa yang
lain, khususnya dalam perihal hak untuk mengikuti ujian nasional.
"Tidak
boleh ada pembedaan. Kalau siswa yang terlibat aksi kriminal dan
ditahan di penjara saja masih boleh mengikuti UN, maka siswi yang hamil
pun harusnya boleh ikut UN," ujar M Nuh.
Oleh karena itu, Nuh
menimbau dinas-dinas pendidikan di tiap kabupaten/kota untuk memastikan
sekolah-sekolah tetap memberi kesempatan kepada seluruh siswa/siswi
untuk bisa mengikuti ujian nasional apapun keadaannya.
"Bagi para
siswa yang menghadapi ujian nasional, ini adalah bagian dari perjalanan
hidup mereka. Jadi, kita harus persiapkan setiap anak yang sedang
meniti anak tangga menuju perguruan tinggi," tuturnya.
Nuh
menyampaikan, beberapa pihak sudah pernah mengusulkan, untuk anak-anak
yang sedang 'bermasalah' dapat diberi kesempatan mengikuti ujian
nasional susulan maupun paket C.
"Jadi, apapun masalahnya, semua siswa harus mendapat kesempatan untuk ikut ujian nasional, paling tidak paket C," ucap dia.
Selain
itu, M Nuh juga mengimbau para pemerintah daerah untuk turut aktif
mengayomi dinas pendidikan di daerah masing-masing dalam melaksanakan
tugas terkait pelaksanaan UN.
Sebelumnya, M Nuh melakukan
inspeksi ke beberapa sekolah menengah atas di DKI Jakarta, seperti SMA
Negeri 3 dan SMA Negeri 26, untuk memeriksa persiapan pelaksanaan ujian
nasional hari pertama.
Dia mengimbau para guru, kepala sekolah,
dan pengawas untuk tiba di sekolah jauh sebelum para murid tiba di
sekolah untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan UN
selama 4 hari.
"Agar murid-murid dapat memulai ujian mereka tepat pada pukul 7.30 (WIB)," ujarnya.
Dalam inspeksi itu, M Nuh sempat memeriksa keamanan soal dengan mengecek keadaan penyimpanan soal di sekolah tersebut.
"Mudah-mudah
pelaksanaan ujian nasional 2013 untuk seluruh SMA di Jakarta ini dapat
berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan UN," kata Nuh.
Walaupun
pelaksanaan UN untuk tingkat SMA atau sederajat di 11 provinsi di
wilayah Indonesia tengah diundur, kata Nuh, pelaksanaan UN di 22
provinsi lainnya, termasuk di provinsi DKI Jakarta akan tetap
dilaksanakan sesuai jadwal. Yakni hari pertama pelaskanaan UN pada
Senin, 15 April.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar